• - +
Ada Dokter Jaga, Ombudsman RI Puji Lapas Pemuda Tangerang
Kabar Ombudsman • Selasa, 19/06/2018 • gosanna_oktavia
 
Ombudsman RI Didampingi Kepala dan Petugas Lapas Saat Sidak Pelayanan Publik ke Lapas Kelas IIA Pemuda Tangerang (19/6)

SHARE

Tangerang - Ombudsman RI sidak ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pemuda Tangerang yang saat itu dipenuhi oleh masyarakat yang mau mengunjungi warga binaan (19/6). Pihak lapas sudah menetapkan alurnya, pengunjung yang datang harus mengisi formulir pendaftaran dan serta membawa fotocopy KTP atau identitas lainnya bila tidak bawa di sediakan mesin fotocopy, lalu formulir yang telah diisi dan kelengkapan di berikan ke loket petugas sambil menunggu panggilan sesuai nomor antriannya untuk diperiksa dan diijinkan masuk.

Selain itu Lapas Pemuda Tangerang sudah meningkatkan pelayanannya bagi para pengunjung dengan membuat pendaftaran online untuk meringankan jumlah antrean khusus pengguna android, apabila masyarakat yang tidak bisa mengakses dapat menggunakan cara manual.

Namun nampak TV Layanan Informasi online yang belum lama di Uji Publik sedang dalam keadaan mati, alasan pihak Lapas, karena padatnya kunjungan saat Idul Fitri.

"Berarti sudah bagus nih, ada dokter jaga ditemani paramedis, apalagi ini ada Dokter Gigi tambah bagus, karena hampir semua Lapas tidak punya dokter gigi", puji Adrianus Meliala saat mengunjungi Poliklinik Lapas.

Petugas Lapas sampaikan apabila ada pengunjung yang membawa obat dari luar saat masuk ke Lapas akan ditahan di petugas jaga dan selanjutnya diarahkan ke Poliklinik Lapas. Warga binaan yang sakit akan di periksa dulu oleh Dokter, apakah obat tersebut bisa diberikan karena tidak sembarang obat diperbolehkan masuk, juga kemasan obat-obatan yang terbuat dari kaca juga dilarang masuk. Ombudsman minta kepada Lapas untuk obat-obat yang ditemukan tidak langsung dimusnahkan, tapi diperiksa dahulu untuk dimanfaatkan warga binaan.

"Kalau di Lapas pasien dari warga binaan tidak bisa ditangani Dokter di Klinik, akan segera dibawa ke RSU, sudah 2 orang warga binaan terhitung hari itu yang dibawa ke RS karena tidak mampu ditangani oleh Klinik di Lapas", jelas Dr. Wibisono, Dokter yang saat itu berjaga.

Terlihat ruang perawatan yang terbagi dalam 3 kamar, masing-masing bisa menampung 15 pasien. Ruangan cukup memadai dan bagus dari sisi sirkulasi udara. Sedangkan untuk penganggaran obat-obatan hanya Rp. 1000,- dan sisanya bantuan dari Puskesmas atau RSU terdekat.

Saat Ninik Rahayu minta pemeriksaan CCTV semalam tanggal 18 Juli 2018, petugas kesulitan menampilkan hasilnya karena sistem tanggalnya yang tidak update, beberapa kamera CCTV dalam keadaan mati karena rusak kena petir minggu lalu.

Beberapa kamera juga terlihat asal-asalan pemasangannya karena posisinya yang berubah dan kamera tidak pada kondisi baik saat merekam sehingga gambar yang ditampilkan buram, Ombudsman minta perhatian serius Kepala Lapas tersebut untuk perbaikan ini, terkait keamanan Lapas. Kepala Lapas berjanji akan segera diperbaiki dan diganti.

Untuk bagian dapur, kualitas dan jumlah nasi sudah baik, namun untuk lauk tempe dan sayur lodeh yang disediakan sesuai menu harian jumlahnya sangat sedikit, dirasa kurang untuk sekitar 2000 orang warga binaan di Lapas tersebut, biarpun masih suasana lebaran tidak boleh ada pengurangan jumlah makanan yang diberikan.

"Terimakasih kepada Ombudsman yang sudah mengkoreksi kekurangan kami, kedepannya akan kami perbaiki", ujar Marlik Subiyanto, Kepala Lapas.

Hasil sidak hari ini di Lapas Pemuda Tangerang dan sebelumnya Rutan Salemba saat H- menjelang libur lebaran akan kami jadikan 1 kompilasi dan kami akan bertemu dan laporkan kepada Dirjen Lapas yang sejauh ini amat kooperatif dengan Ombudsman. (GOH)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...
Loading...