Kaper Ombudsman RI Perwakilan Kalsel: "Bandara Syamsudin Noor sebagai Pintu Gerbang Kalsel"
Banjarmasin - Kepala
Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan, Noorhalis Majid, mengatakan Bandara Syamsudin Noor merupakan
pintu gerbang Kalimantan Selatan. Oleh karena
itu, maka bandara ini harus memunculkan
cita rasa Banjarmasin. "Ketika orang berkunjung ke bandara, maka kesan yang dirasakan mesti ada nuansa Banjarnya."
Misalnya dengan memutar musik khas Kalsel,
pengumuman menggunakan Bahasa Banjar,
membuat icon-icon yang melambangkan kekhasan Kalsel". Selain itu, orang
bisa menilai pelayanan publik di Kalsel dari bandara ini. Karena bandara
merupakan berandanya Provinsi Kalsel.
Dari dari sisi fasilitas, Noorhalis mengapresi bandara Syamsudin Noor. Bandara ini juga sangat ramah terhadap penyandang disabilitas, ada toilet dan lift khusus difabel. Selain itu, terdapat ruang menyusui, toilet keluarga, belasan musholla dan 1 masjid yang dapat menampung seribu jamaah. Namun yang tidak kalah penting adalah pengelolaan unit pengaduan. Sehingga ketika adacomplain dari masyarakat, dapat terkelola dengan baik.
"Orang yang berkunjung ke Kalsel, rata-rata hanya satu setengah hari. Oleh karena itu, maka pemerintah daerah harus bersinergi dengan berbagai pihak, untuk memajukan pelayanan publik dari sektor pariwisata."
Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke Bandara Syamsudin Noor pada Rabu (21/01). Kunjungan ini sekaligus mengajak 17 belas mahasiswa magang dari kampus UIN Antasari dan STMIK Indonesia Banjarmasin untuk belajar tentang pelayanan publik yang diberikan oleh PT Angkasa Pura I. Kegiatan kunjungan diawali dengan dialog bersama jajaran PT Angkasa Pura I yang dihadiri langsung oleh General Manager PT Angkasa Pura I, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Indah Preastuty.
Indah Preastuty dalam sambutannya menyampaikan sangat menyambut baik kedatangan jajaran Ombudsman RI Perwakilan Kalsel bersama mahasiswa magang. "Bandara Syamsudin Noor bentuk atapnya mirip perahu jukung dengan desain terminal menyerupai intan. Ini menggambarkan salah satu kota Martapura sebagai kota penghasil intan."
"Dari sisi pelayanan, manajemen Angkasa Pura I berusaha memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Bandara yang luasnya 5 kali daripada bandara yang lama, berupaya memberikan kenyamanan, kemudahan dan kesematan bagi penumpang. "Kami sudah menerima penghargaan Pelayanan Prima Madya. Ini merupakan komitmen untuk memberikan pelayanan publik bagi masyarakat", ujar Indah. "Jika ada pengaduan, saran atau masukan dari masyarakat, maka semua petugas kami, siap melayani. Kami juga menyediakan unit pelanggan maupun kontak 172. Jika ada pengaduan bisa disampaikan ke petugas atau melaluicall center 172", tambahnya.
Kunjungan ini kemudian dilanjutkan denganvisit tour dan mengajak mahasiswa magang untuk melihat fasilitas dan layanan Bandara Syamsudin Noor. Adapun bandara ini baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Desember 2019. Harapannya, dengan adanya kegiatan kunjungan ini dapat meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai pelayanan publik di bidang transportasi udara.








