• - +

Artikel

Pelayanan Pendidikan di Desa Padang Capo Kabupaten Seluma
ARTIKEL • Senin, 22/07/2019 • Arya Banga
 
Kondisi Sekolah di Desa Padang Capo

SHARE

Desa Padang Capo berada di Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Desa Padang Capo terdiri dari 2 Desa, yaitu Desa Padang Capo Ilir dan bersebelahan dengan Desa Padang Capo Ulu, letak Desa Padang Capo Ulu  bersebelahan langsung dengan Taman Nasional Bukit Barisan, dengan populasi penduduk sebanyak 150 KK di Desa Padang Capo Ulu dan 150 KK di Desa Padang Capo Ilir. Ombudsman Pusat bersama Perwakilan Bengkulu pada tanggal 17 Juli 2019 melihat secara langsung mengenai kondisi pelayanan pendidikan di Desa Padang Capo dalam rangka kegiatan pengawasan pelayanan publik di daerah marjinal.

Sekolah di Desa Padang Capo hanya berada di Desa Padang Capo Ilir, letak Sekolah berada di tengah-tengah Desa Padang Capo Ilir, meskipun hanya tersedia satu SD dan satu SMP yang merupakan satu atap di kedua desa tersebut, namun dikarenakan siswa di kedua desa sedikit sehingga untuk ketersediaan ruang kelas masih mencukupi, rata-rata untuk Sekolah Dasar maksimal satu kelas berisi 5-7 siswa. Sementara untuk masyarakat yang hendak melanjutkan ke tingkat SMA harus keluar dari Desa yang berada di Kecamatan Sukaraja, mereka harus kost/tinggal di luar desa dikarenakan jarak tempuh sangat tidak memungkinkan untuk masyarakat pulang pergi berangkat ke sekolah SMA.

Hampir seluruh anak-anak di Desa Padang Capo mengalami bangku sekolah, kesadaran untuk bersekolah sudah tinggi di masyarakat Padang Capo. Tahun 2019, masyarakat yang tamat SMP sejumlah 17 siswa, dari 17 siswa hanya 1 siswa yang tidak lanjut ke bangku SMA. Untuk mengakses ke Sekolah SD dan SMP, baik anak-anak di Desa Padang Capo Ilir dan Desa Padang Capo Ulu tidak terkendala dikarenakan jarak yang dekat, untuk anak-anak di Desa Padang Capo Ulu hanya berjarak kurang lebih 1 KM, mereka biasanya berjalan kaki, naik sepeda atau diantar dengan sepeda motor.

Terkait infrastruktur bangunan, sekolah terdiri dari beberapa bangunan, untuk kondisi bangunan dan kelas sebagian besar merupakan bangunan baru, namun sisanya masih bangunan lama dengan kondisi yang memperihatinkan,  ada beberapa ruas jendela yang tidak memiliki kaca. Untuk bangunan baru relatif jauh lebih baik, dengan jendela kaca yang lengkap, lantai keramik dan meja kursi yang kualitasnya baik.


Jumlah SDM tenaga pengajar di SD maupun SMP juga sudah mencukupi, tenaga pengajar yang berstatus PNS sejumlah 8 orang dan 3 orang pengajar yang berstatus Honorer. Namun berdasarkan pengakuan dari salah seorang Guru, mereka mengalami kendala seperti Gaji/honor mereka dibayarkan per triwulan, dan bahkan sering juga telat. Hal ini sangat memperihatinkan dikarenakan sebagian besar Guru tinggal diluar Desa Padang Capo sehingga mereka memerlukan biaya untuk transportasi menuju sekolah.

Dalam hal fasilitas yang dimiliki, sekolah masih sangat kurang dan terbatas, dengan tidak tersedianya perpustakaan, ruang UKS, Laboratorium dan bahkan toilet/kamar kecil sekalipun. Meski kebutuhan air bersih sudah ada di Desa Padang Capo, namun air tidak mengalir ke Sekolah, kondisi toilet juga sangat rusak, sampah berserakan dan bau menyengat. Sementara baik guru maupun siswa yang hendak membuang air kecil menumpang di rumah masyarakat.




Meski demikian, dengan terbatasnya fasilitas yang ada tidak menyurutkan semangat anak-anak yang berada di Desa Padang Capo untuk bersekolah. Sejumlah Guru mengharapkan agar Ombudsman dapat mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma untuk membangun fasilitas pendukung dan memperbaiki toilet serta menjamin gaji/honor dibayar tiap bulan dan tidak telat agar kenyamanan siswa untuk belajar dan guru untuk mengajar semakin baik.





Loading...

Loading...
Loading...
Loading...