• - +

Galeri Video

 
...
Kamis, 23/01/2020
Misteri Keberadaan Harun Masiku, ICW Sebut Yasonna Bisa Dijerat UU Tipikor
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dua pekan sejak operasi tangkap tangan KPK terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, Mantan Calon Anggota Legislatif PDI Perjuangan Harun Masiku masih buron. Baik kementerian hukum dan HAM maupun KPK sama-sama sempat menyebut Harun telah meninggalkan Indonesia dua hari sebelum penangkapan yakni pada 6 Januari 2020. Sementara pada Rabu 22 Januari, ditjen imigrasi memastikan Harun Masiku sudah berada di Indonesia sejak 7 Januari lalu atau sehari sebelum OTT KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Kembali pernyataan tersebut diragukan oleh Menkumham Yasonna Laoly. Atas pernyataan tersebut, koalisi masyarakat sipil antikorupsi melaporkan Yasonna Laoly ke KPK atas dugaan menghalangi proses hukum. Yasonna disebut menyebarkan informasi tidak benar terkait keberadaan Harun Masiku. ICW membawa sejumlah bukti termasuk gambar kamera pemantau yang menunjukkan Harun berada di Bandara Soekarno Hatta 7 Januari 2020. Menurut ICW, Yasonna sebagai pucuk tertinggi di Kemenkumham dapat dikenakan Undang-undang Tipikor. Posisi Yasonna yang hadir di tengah kuasa hukum PDIP juga dinilai sarat konflik kepentingan. Keberadaan Harun Masiku masih menjadi misteri. Pernyataan Menkumham Yasonna Laoly soal keberadaan politisi PDI-P ini pun bertolak-belakang dengan ditjen imigrasi. Lalu dimanakah Harun Masiku kini? Sudah sampai mana kasus ini bergulir?
 Tags : anggota ombudsman ri,Ninik Rahayu,Adrianus Meliala
...
Senin, 30/12/2019
Ombudsman Kembali Temukan Fasilitas Mewah bagi Narapidana Korupsi
TEMPO.CO - Ombudsman Republik Indonesia kembali menemukan fasilitas mewah bagi narapidana kasus korupsi. Setelah pada Jumat dua pekan lalu mendapati fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, dalam inspeksi di Lembaga Pemasyarakatan Cibinong dan Cipinang pada Sabtu dan Ahad, Ombudsman kembali menjumpai perlakuan khusus bagi narapidana korupsi. Anggota Ombudsman, Ninik Rahayu, dalam inspeksi di Cipinang mengatakan menemukan adanya blok untuk tahanan yang membutuhkan perhatian khusus dan pembinaan khusus. Salah satu narapidana yang ditempatkan di blok itu adalah mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto. Dia menggambarkan ruangan khusus tersebut ditujukan untuk satu orang dengan dilengkapi toilet duduk, rak lemari, dan tempat tisu. Meski kamar tersebut tidak berisi kulkas, penyejuk ruangan, atau televisi, menurut Ninik, suasananya tetap lebih nyaman dibanding ruangan bagi narapidana kasus lain. "Di ruangan lain lima orang narapidana tidur bergelantungan, namun di blok isolasi ruangannya nyaman sekali," kata dia, kemarin. Menanggapi temuan tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Hendra Eka Putra, menjelaskan bahwa blok khusus ditujukan bagi narapidana yang memiliki penyakit, seperti jantung dan hepatitis dan penyakit menular seperti TBC, sehingga tidak mungkin digabung dengan narapidana lain. Dia mengakui, blok untuk Novanto memang disiapkan karena yang bersangkutan sedang berobat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. "Tidak khusus untuk dia (Novanto) sendiri, ada sekitar 45 orang (yang menempati blok khusus)," kata dia. Hendra menimpali, Novanto tiba di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dari Sukamiskin pada Kamis lalu pukul 08.00, dan pukul 10.00 langsung dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto, sehingga tidak sempat menginap di Cipinang. Sehari sebelumnya, anggota Ombudsman, Adrianus Meliala, mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Di sana ia lagi-lagi mendapati perlakuan khusus bagi narapidana korupsi yang diizinkan menempati kamar sendiri. Ia mengakui, aturan standar minimum dan ketentuan konvensi dunia tentang pemasyarakatan menyarankan satu sel diisi satu orang. "Tapi pada konteks di mana narapidana korupsi diberikan satu sel satu orang, dan pada yang lain satu sel beramai-ramai, pertimbangannya apa?" ujar Adrianus. Tak hanya itu, sel narapidana korupsi juga memiliki kasur yang lebih baik, lemari pakaian, kamar mandi sendiri, pancuran pada kamar mandi, kipas angin, dan televisi. Inspeksi di Cibinong dan Cipinang adalah kelanjutan dari inspeksi yang dilakukan Ombudsman dalam dua pekan ini. Jumat dua pekan lalu, Adrianus mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung. Di sana ia menemukan fasilitas mewah yang dinikmati narapidana kasus korupsi. Narapidana yang menempati kamar itu adalah narapidana kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik, Setya Novanto; narapidana kasus korupsi proyek Hambalang yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin; dan narapidana kasus korupsi simulator surat izin mengemudi, Djoko Susilo. Ia menyatakan, sel-sel mewah di Sukamiskin sempat dibongkar beberapa waktu lalu. Namun kamar Setya dan Nazaruddin masih tergolong mewah dan luas dibanding yang lain. Adrianus menilai, perombakan hanya dilakukan pada dinding, sedangkan lemari utama dan lantai belum dibongkar. Selain fasilitas khusus bagi narapidana korupsi, Ninik Rahayu menyoroti banyaknya jumlah penghuni Cipinang. Kelebihan tersebut menyebabkan beberapa sistem di penjara tidak berjalan maksimal. "Narapidana di sini sekitar 4.000 orang. Padahal kapasitasnya hanya 800 orang," kata Ninik. Hendra Eka menjelaskan, tempat yang dipimpinnya hanya dirancang untuk menampung 850 narapidana. Namun kenyataannya saat ini Cipinang diisi 4.200 narapidana, dengan jumlah petugas pengawal hanya 36 orang. Kondisi itu, menurut dia, membuat petugas sulit mengawasi keamanan tiap blok.
 Tags : sidak ombudsman,adrianus meliala
...
Minggu, 29/12/2019
Akhir Tahun, Ombudsman Gelar Sidak di Beberapa Tempat
Akhir tahun, waktunya mengecek dan evaluasi. Agar tak ada yang ditutupi, Ombudsman pilih gelar sidak. Setelah Sabtu kemarin menyidak kawasan Jakarta Timur dan Kota Bogor, hari ini kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten. Di Kantor Bea dan Cukai Bandara Soetta, Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala pun ikut mengecek tempat penyimpanan barang selundupan, yang jumlahnya segudang. Di antara tumpukan barang sitaan, ada pula Motor Harley dan Sepeda Brompton yang dibawa Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Waah, banyak juga ya. Memasuki ruang tahanan, kesannya ada dua, pengap dan gelap, ini pula yang jadi kritikan Ombudsman. Empat sel berukuran 2 x 5 meter, tak memiliki ventilasi. Padahal ada sekitar 10 tahanan di masing masing sel yang menghabiskan waktu di dalam rutan. Selain catatan soal sirkulasi udara, minimnya pencahayaan matahari dan lampu, juga jadi perhatian. Dalihnya sih karena gedung Polres sedang direnovasi dan baru akan diresmikan bulan depan. Yah, mudah-mudahan setelah sidak, bukan cuma siap ngeles mendadak. Semua catatan dan kritikan dari Ombudsman benar benar ditanggapi serius, agar fasilitas negara lebih bagus.
 Tags : adrianus meliala,sidak ombudsman
...
Minggu, 29/12/2019
Ombudsman Gelar Sidak Akhir Tahun
Ombudsman RI melakukan sidak akhir tahun di beberapa tempat di Jabodetabek yaitu, RSPAD dan Bandara Soekarno Hatta. Selain itu Ombudsman juga mengunjungi ruang tahanan sementara di Polres Bandara Soetta.
 Tags : adrianus meliala,sidak ombudsman
...
Kamis, 26/12/2019
Ombudsman: Sel Setya Novanto di Sukamiskin Tak Banyak Berubah
Komisioner Ombudsman, Adrianus Meliala menyebut sel yang ditempati Setya Novanto di Lapas Sukamiskin tak banyak berubah setelah terkuaknya sel mewah pada 2018 lalu. Temuan ini didapati Ombudsman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada 20 Desember lalu. Komisioner Ombudsman, Adrianus Meliala yang ikut dalam sidak saat itu menyebut kamar yang ditempati mantan Ketua DPR, Setya Novanto belum banyak berubah.
 Tags : adrianus meliala,sidak ombudsman
...
Jum'at, 20/12/2019
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Sukamiskin
Ombudsman kembali melakukan inspeksi dadakan di Lapas Sukamiskin Bandung, Jabar. Dalam sidak tersebut Ombudsman masih menemukan adanya kamar dengan fasilitas mewah.
 Tags : sidak ombudsman,adrianus meliala
...
Jum'at, 20/12/2019
Ombudsman: Setnov & Djoko Susilo Masih Tempati Sel Mewah
Anggota Ombudsman Adrianus Meliala menemukan masih ada kamar mewah di Lapas Sukamiskin Bandung, Jabar. Kamar-kamar tersebut diantaranya dihuni oleh Setya Novanto, Nazaruddin dan Djoko Susilo.
 Tags : adrianus meliala
...
Jum'at, 20/12/2019
Ombudsman Ungkap Perbedaan Sel Setya Novanto, Kamar Setnov Luas!
Inilah kamar yang diduga ditempati terpidana korupsi sekaligus Mantan Ketua DPR Setya Novanto di Lapas Sukamiskin yang tengah direnovasi. Lapas ini dikunjungi oleh Ombudsman pada Jumat, 20 Desember 2019. Kamar Setya Novanto digembok menggunakan kunci gembok sidik jari. Karena digembok dan Ombudsman ingin melihat langsung bagaimana kamar Setya Novanto, petugas pun membuka paksa kamar Setya Novanto dengan las. Bahkan, kamar Setya Novanto ini lebih luas dibanding kamar lainnya juga seperti kamar Nazarudin dan Joko Susilo yang juga lebih luas dibanding kamar lainnya. Anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala mengungkap perbedaan kamar Setya Novanto dengan kamar terpidana lainnya. Di saat bersamaan, 500-an lebih kamar narapidana sedang direhabilitasi. Adrianus langsung meminta mengecek kamar Setya Novanto, Nazarudin dan Joko Susilo. Apalagi, kata Adrianus, luas kamar Setnov misalnya, itu tampak seperti terdiri dari dua ruangan kamar. Informasi berkembang, dinding dua kamar dijebol.
 Tags : adrianus meliala
...
Kamis, 05/12/2019
Ombudsman Minta Kementrian Berbenah untuk Pelayanan
Ombudsman RI menyoroti gaya pelayanan publik yang selama ini dilakukan oleh beberapa kementerian, reformasi birokrasi menjadi kunci agar kementerian tidak kaku. Anggota Ombusdman Adrianus Melialia mengatakan seluruh pegawai di kementerian seharusnya meninggalkan gaya lama yang kaku dan berbelit. Menurut dia, pelayanan publik dengan gaya lama sudah tidak bisa dilakukan lagi seiring perkembangan zaman yang menuntut kecepatan.
 Tags : adrianus meliala
...
Kamis, 15/08/2019
Ombudsman RI Akui Terima Hadiah Berupa Surat Ungkapan Terima Kasih
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Indonesia yang pengaduannya berhasil diselesaikan Ombudsman RI tak sedikit yang memberikan hadiah. Hal tersebut dinyatakan anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala dalam diskusi publik yang digelar di kantornya, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019). Pakar Kriminologi itu mengaku hadiah yang diberikan tersebut banyak macamnya, di antaranya: ayam hidup, beras, amplop, hingga kue tart. Adrianus mengaku hadiah-hadiah yang termasuk kategori gratifikasi yang mengarah ke tindak pidana korupsi tersebut ditolaknya secara halus. "Banyak yang datang kepada kami minta dibantu, ketika kami bisa membantu, mereka bayak yang mengekspresikan terima kasih. Ada yang datang membawa kue tart, ada yang membawa beras, bahkan membawa ayam hidup, ada pula yang memberikan ampop. Kami membuat gestur untuk menunjukan, ya kalau yang begitu-begitu jangan lah. Karena nanti juga akan membawa kita pada posisi konflik kepentingan. Ya integritas diuji lah, kami meminta semua teman untuk menolak," kata Adrianus Meliala. Namun, diakuinya ketika hadiah tersebut berupa surat yang berisi tulisan ungkapan terima kasih, Ombudsman RI menerimanya. Ombudsman RI tak hanya menerima dan mengumpulkan surat-surat tersebut, tetapi juga menyortir untuk didokumentasikan ke dalam format yang layak.
 Tags : adrianus meliala,terima kasih ombudsman