• - +
Garuda Indonesia Dinilai Akan Legowo 'Diceraikan' Sriwijaya Air
Kliping Berita • Minggu, 10/11/2019 •
 
Pesawat Sriwijaya Air. Foto : VIVAnews/Muhamad Solihin

SHARE

VIVAnews - Sriwijaya Air menyatakan 'cerai' dari Garuda Indonesia. Awalnya, kerja sama manajemen ini dilakukan untuk membuat utang Sriwijaya berkurang. Akan tetapi fakta menurut pengakuan Sriwijaya, utang semakin bertambah dan merugi dengan kerja sama tersebut.

Pengamat Penerbangan, Alvin Lie menilai di kasus ini bahwa pemilik Sriwijaya sebetulnya sudah merasa yakin bahwa mereka sudah cukup baik dan saatnya untuk kembali mandiri. Dia juga yakin pihak Garuda akan legowo menerima keputusan ini.

"Saya percaya Garuda Indonesia menghormati keputusan Sriwijaya ini dan mereka OK," kata Alvin Lie dikutip dalam keterangannya, Minggu 10 November 2019.

Menurut dia, Sriwijaya kembali mandiri ini juga membuktikan bahwa Garuda Indonesia telah cukup baik mengelola Sriwijaya. Alvin juga yakin putusan pemegang saham Sriwijaya ini tidak dipengaruhi oleh pihak lain.

"Namun murni pada kondisi bahwa Sriwijaya sudah sehat dan cukup baik untuk mengelola perusahaan secara mandiri mulai saat ini," kata Alvin yang juga anggota Ombudsman RI itu.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya tahu persis awal Sriwijaya meminta bantuan kepada Garuda Indonesia agar perusahaan mereka tidak berhenti beroperasi pada akhir tahun lalu.

Sriwijaya meminta Garuda untuk membantu mereka agar tetap terus beroperasi dan melakukan penangguhan pembayaran dengan utang yang cukup besar kepada GMF, serta dua BUMN lainya, serta terus merugi.

"Pada saat itu saya senang dengan keputusan Garuda Indonesia bersedia membantu mereka. Saya tidak bisa membayangkan nasib enam ribu karyawan beserta keluarga yang kehilangan mata pencaharian bila Sriwijaya berhenti beroperasi. Selain itu pada saat tersebut menjelang pemilu dan tentunya ini akan menjadi issue besar," kata dia.

Alvin melanjutkan, dia juga mendengar bahwa Garuda Indonesia mempertimbangkan kelancaran pembayaran utang Sriwijaya jika mereka berhenti beroperasi. Selain juga, sebagai penugasan oleh Kementerian BUMN, Garuda mempertimbangkan untuk mengamankan aset negara berupa piutang BUMN dan pertimbangan keseimbangan industri penerbangan bila Sriwijaya berhenti.

"Saya melihat Garuda Indonesia telah memperbaiki sistem dan standar layanan, maintenance, safety dan pengelolaan SDM di Sriwijaya sehingga mereka mengalami perubahan yang progresif," kata dia.





Loading...

Loading...
Loading...
Loading...