• - +
Vaksin Corona Tiba Desember 2020, Harganya Masih Misteri
Kliping Berita • Minggu, 20/09/2020 • siti_fatimah
 
Anggota Ombudsman, Alvin Lie

SHARE

Pemerintah memastikan sebanyak 40 juta vaksin corona akan masuk ke Indonesia mulai Desember 2020. Vaksin tersebut didapat melalui skema kerja sama dengan perusahaan medis asal China, Sinovac, serta G42 yang berpusat di Uni Emirat Arab.

Sayangnya, belum ada kepastian mengenai berapa harga vaksin tersebut. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah tak mengatur secara spesifik soal harga ini.

Berikut fakta sejauh ini mengenai persoalan harga vaksin:

Erick Thohir: Harga Vaksin Corona Tak Diatur Pemerintah

Erick Thohir mengatakan, harga vaksin corona untuk peserta mandiri tak diatur pemerintah. Ketentuan harga diserahkan sepenuhnya pada produsen atau penjual vaksin di dalam negeri.

Selain itu, dia juga mewanti soal akan adanya perbedaan harga vaksin. Hal ini mengacu pada jenis dan negara asal vaksin yang juga tak sama.

"Harga itu dinamikanya tinggi, tergantung masing-masing penjual. Yang tetapkan bukan saya, tapi penjualnya," ujar Erick dalam virtual conference bersama Ikatan Dokter Indonesia pada 3 September 2020.

Pemerintah Diminta Atur Harga Vaksin

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie berpendapat, pemerintah harus mengatur harga vaksin agar tidak meroket seperti harga masker yang pernah melonjak gila-gilaan saat virus corona baru masuk.

Pengaturan harga ini, juga agar adil bagi seluruh rakyat dan menghindari aksi borong oleh orang kaya.

"Jadi, kalau pemerintah masih mengacu ke Pancasila, ya harus diatur (harganya). Misalnya yang tidak mampu itu disubsidi, oke. Tapi yang kaya juga harus dibatasi, harganya berapa, pengaturannya bagaimana supaya tidak terjadi aksi borong, ya (seperti masker)," kata dia saat dihubungi kumparan, Jumat (4/9).

Vaksin Merah Putih Rp 75 Ribu per Dosis

Jika vaksin dari luar belum jelas harganya, lain halnya dengan vaksin merah putih produksi dalam negeri. Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, mengungkap harga yang akan dipatok per dosis sekitar 5 dolar atau sekitar Rp 75.000.

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie berpendapat, pemerintah harus mengatur harga vaksin agar tidak meroket seperti harga masker yang pernah melonjak gila-gilaan saat virus corona baru masuk.

Pengaturan harga ini, juga agar adil bagi seluruh rakyat dan menghindari aksi borong oleh orang kaya.

"Jadi, kalau pemerintah masih mengacu ke Pancasila, ya harus diatur (harganya). Misalnya yang tidak mampu itu disubsidi, oke. Tapi yang kaya juga harus dibatasi, harganya berapa, pengaturannya bagaimana supaya tidak terjadi aksi borong, ya (seperti masker)," kata dia saat dihubungi kumparan, Jumat (4/9).

Jika vaksin dari luar belum jelas harganya, lain halnya dengan vaksin merah putih produksi dalam negeri. Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, mengungkap harga yang akan dipatok per dosis sekitar 5 dolar atau sekitar Rp 75.000.





Loading...

Loading...
Loading...
Loading...