• - +

Kabar Perwakilan

Anggota DPR Turun Tangan Kawal Insiden Pasien Safira Meninggal Karena Ditolak Dokter
PERWAKILAN: JAWA TIMUR • Senin, 25/02/2019 •
 
Dr. Agus Widiyarta, S.Sos., M.Si. (berdiri) Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur (foto doc. Ombudsman Jatim)

SHARE

Sampang, Gatra.com - Kasus meninggalnya pasien Safira Nawal Izza (4,5) di RSUD dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang, terus bergulir dan mendapat perhatian banyak pihak. Diduga Safira meninggal disebabkan kelalaian dokter.

Anggota DPR RI asal Madura, Djakfar Shodiq, ikut turun tangan. Ia berjanji akan terus mengawal kasus yang saat ini ditangani Polres Sampang tersebut.

"Saya akan kawal dan pantau proses pelaporan keluarga Safira," kata Djakfar usai menjadi salah satu pembicara di acara Diskusi Publik di aula KPRI Karta Sampang, Minggu (24/2/2019).

Kasus ini bermula saat Safira, berobat ke rumah sakit pada Senin (21/1) lalu, sekitar pukul 17.00. Warga Dusun Baban, Desa Pangelen itu didiagnosis demam berdarah dengue (DBD). Rabu (23/1) pukul 02.00, Safira mengeluarkan busa disertai darah dari mulut.

Panik, keluiarga pasien pun mencari dokter. Namun, hingga tujuh kali naik turun tangga mencari dokter sia-sia. Akhirnya didapati dokter di UGD, tapi menolak melihat kondisi Safira. Alasannya, masih menangani pasien lain.

Berselang tiga jam, tepatnya pukul 05.00, Safira meninggal. Tak terima dengan perlakuan dokter yang tidak mau menangani Safira, keesokan harinya keluarga korban mambawa insiden tersebut ke proses hukum dengan melapor ke Polres Sampang.

Djakfar mengaku sangat prihatin atas insiden tersebut. Ia pun menegaskan, "RSUD dr Mohammad Zyn Sampang perlu reformasi total."

Tak hanya itu. Djakfar juga memberikan apresiasi terhadap masyarakat termasuk LSM yang mendampingi dan mengawal kasus tersebut. Ia berharap, kasus itu bisa diusut tuntas sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi.

Selain Djakfar, diskusi yang digagas guna menyikapi insiden tersebut juga dihadiri Kepala Perwakilan Ombusdman (ORI) Jatim Agus, Asisten I Pemkaba Sampang Nurul Hadi, Humas Dinkes Yuliono, KBO Reskrim Polres Ipda Slamet dan Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang, Titin Hamidah.

Dalam kesempatan itu, Agus menjelaskan pihaknya masih memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang untuk melakukan upaya penyelesaian dalam kasus tersebut.

"Siapa bilang ORI tidak bisa masuk dalam kasus ini, bisa dong," kata Agus. Namun, Ia masih menunggu laporan dari pihak keluarga yang dirugikan dan tindak lanjut Pemkab dalam kasus tersebut.

Ipda Slamet menyatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. "Kami tetap menindaklanjuti sesuai protap, sampai saat ini saksi pelapor dan terlapor sudah dimintai keterangan," jelasnya.

Sementara itu, Titin Hamidah mengapresiasi langkah yang dilakukan pelaksana dengan menggelar diskusi publik. "Bagi kami apapun saran dan kritik merupakan cambuk bagi perbaikan pelayanan RSUD ke depan," kata Titin Hamidah.

Hamidah berjanji akan terus berupaya memaksimalisasi pelayananan yang selama ini dianggap belum maksimal.

Terkait kasus pelaporan keluarga Safira, Hamidah menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Polres Sampang. "Kita ikuti proses hukum," tegasnya.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...