• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Banyak Pungutan, Layanan Pendidikan di DIY Paling Sering Diadukan ke Ombudsman
PERWAKILAN: D I YOGYAKARTA • Jum'at, 20/12/2019 •
 
Kepala ORI DIY Budhi Masthuri. - Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA-Pendidikan menjadi sektor layanan publik paling banyak dikeluhkan di DIY. Dari catatan Ombudsman RI Perwakilan DIY sepanjang 2019, terdapat 30 laporan yang mengarah pada institusi pendidikan. Disusul penegakan hukum dengan 28 laporan dan kepegawaian 11 laporan.

Kepala ORI DIY, Budi Mathsuri, menjelaskan dalam sektor pendidikan, laporan terbanyak adalah soal pungutan dan hak belajar siswa, sebanyak 11 laporan. "Meski telah kami lakukan kajian sistemik disertai saran perbaikan, belum terlihat adanya kebijakan pemerintah yang efektif untuk mengatasinya," katanya, Jumat (20/11/2019).

Selain membebani keluarga, pungutan juga menimbulkan efek lainnya pada siswa, seperti terganggunya hak belajar terutama saat hendak mengikuti ujian, memperoleh rapor dan ijazah, juga diskriminasi saat pembagian kelas. Siswa yang orang tuanya menolak pungutan juga biasanya mengalami perundungan di sekolah.

Sekolah belum ramah anak juga menjadi kasus yang cukup disoroti, sebanyak tujuh laporan. Sepanjang 2019 ditemukan berbagai tindakan sekolah yang berdampak pada ketidaknyamanan layanan pendidikan bagi siswa. Beberapa kasus diantaranya surat edaran yang mewajibkan pakaian berciri keagamaan bagi semua siswa di SD N Karangtengah III Gunungkidul. Terjadi pula peristiwa guru yang menendang muridnya di SMPN 10 Jogja.

Porter di Bandara Adisutjipto Sudah 40 Kali Mengutil Barang Penumpang Pesawat, Begini Modusnya

25 Formasi CPNS di Sleman Kosong Tak Ada Peminat

Ditemukan pula di SMKN 6 Jogja, seorang siswa yang dianggap melakukan pelanggaran tidak dinaikkan kelas. "Model penegakan disiplin siswa yang mengutamakan pemberian sanksi masih dilakukan. Sehingga berakibat hilangnya kesempatan anak melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya," katanya.

ResponS sekolah dalam mengatasi masalah perundungan juga masih belum memadai. Di SMAN 2 Wates, tiga siswa kelas X mengalami perundungan oleh kakak kelasnya. Karena sekolah tidak bisa menangani dengan baik, orang tua ketiga siswa itu pun memindahkan anaknya.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...