• - +

Kabar Perwakilan

Cek Harga dan Stok Bahan Pangan, Ombudsman Sultra Sidak Sejumlah Pasar di Kendari
PERWAKILAN: SULAWESI TENGGARA • Senin, 20/05/2019 •
 
Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra Mastri Susilo bersama asisten Ombudsman Sultra Fahri saat melakukan sidak di Pasar Anduonohu.

SHARE

panjikendari.com - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat, 17 Mei 2019, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Kota Kendari.

Kepala Ombudsman Sultra, Mastri Susilo, bersama asisten Ombudsman Sultra, Fahri, turun langsung melakukan sidak pada dua pasar tradisional di Kendari, yaitu, Pasar Basah Mandonga dan Pasar Anduonohu.

Menurut Mastri, sidak ini dilakukan secara serentak oleh Ombudsman di 34 provinsi untuk memastikan harga komoditas pangan tidak melonjak naik jelang lebaran nanti. Selain itu, Ombudsman juga ingin memastikan ketersediaan stok komoditas pangan di pasaran.

Berdasarkan pantauan Ombudsman Sultra, rata-rata harga bahan pokok di Pasar Mandonga dan Anduonohu terpantau cukup stabil, walaupun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan, seperti harga bawang putih naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram.

Selain itu, harga sejumlah bahan pokok yang terpantau mengalami kenaikan adalah gula pasir dengan kenaikan Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilogram, serta ayam potong dengan kenaikan Rp 5.000 hingga Rp. 10.000 per kilogram,

Namun juga ada harga bahan pokok yang mengalami penurunan seperti beras Konawe turun Rp 500 sampai Rp 1.000 per liternya, cabe merah dan cabe merah keriting yang turun Rp 5.000 per kilonya.

"Di Pasar Anduonohu, ada operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog Sultra dengan membuka stan pasar murah yang menjual sejumlah bahan pokok yakni bawang merah, bawang putih, beras, gula, dan terigu."

"Apa yang dilakukan oleh Bulog dengan menggelar operasi pasar sangat baik guna mengantisipasi kenaikan harga di pasar," kata Mastri.

Mastri juga menyampaikan, sidak kali ini juga ingin memastikan efektivitas operasi pasar yang dilakukan pemerintah, baik pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara, pemerintah Kota Kendari maupun yang dilakukan oleh Bulog Sultra.

Mengenai ketersedian stok, Mastri menuturkan, secara umum ketersediaan stok bahan pokok di pasar tradisonal di Kota Kendari terpantau cukup, tanpa ada kelangkaan.

"Menurut para pedagang, distributor mengirimkan bahan pokok seperti beras, ayam potong dan gula pasir ke pedagang di pasar dengan cukup lancar. Misalnya, apabila stok beras di pedagang hampir habis, pedagang biasanya melakukan order ke distributor di Kabupaten Konawe dan kemudian langsung diantarkan ke tempat pedagang yang ada di Pasar Mandonga, tanpa penundaan," tuturnya.

Mastri mengatakan, Ombudsman akan terus melakukan pemantauan terhadap harga dan stok komoditas bahan pangan di pasar hingga lebaran nanti. (jie)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...