• - +

Kabar Perwakilan

DPR RI Sebut Jumlah Personil Ombudsman di Daerah Perlu Ditambah
PERWAKILAN: SUMATERA BARAT • Jum'at, 12/10/2018 •
 
Anggota Komisi II DPR RI melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Ombudsman RI di Kantor Gubernur Riau Selasa (9/10/2018)

SHARE

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi II DPR RI melakukan pertemuan dengan Ombudsman Ri Perwakilan Riau dan Pemerintah Provonsi (Pemprov) Riau di kantor Gubernur Riau pada Selasa (9/10/2018).

Dalam kesempatan itu wakil rakyat dari DPR RI menyoroti jumlah personil Ombudsman RI yang masih sedikit sehingga hanya bisa menunggu laporan di kantor.

Hal kini disampaikan ketua rombongan Komisi II yang datang hari itu, Mardani Alisera bersama EE Mangindaan.

Menurut Mardani Alisera, harusnya Ombudsman ini tidak hanya menunggu bola namun harus melakukan jemput bola ke masyarakat.

"Jangan hanya menunggu laporan masyarakat, kalau memang ada persoalan di lapangan Ombudsman juga harus turun, "ujar Mardani Alisera.

EE Mangindaan juga menambahkan selain personil juga Ia menyayangkan anggaran di Ombudsman perwakilan hanya dibawah Rp1 Miliar, sehingga susah melaksanakan kegiatan dengan turun ke masyarakat dan pelayanan publik.

"Memang idealnya tidak hanya menunggu namun harus menjemput bola, cuma kan kita kasihan juga anggaran perjalanan dinas ke Kabupaten saja sudah tidak cukup nanti, "ujar EE Mangindaan.

Sehingga kehadiran mereka ke Riau tentunya menghimpun persoalan tersebut dan akan dibahas nantinya pada tingkat pusat, dengan demikian Ombudsman juga bisa maksimal dalam bekerja di daerah.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Ahmad Fitri mengakui pihaknya mengalami kekurangan SDM, sehingga selama ini pihaknya fokus penanganan laporan masyarakat yang datang ke kantor ataupun yang melapor lewat Telepon.

"Kami selama ini memang fokus terhadap penanganan laporan yang masuk, kami Tindaklanjuti tentunya dengan personil kami yang ada, "ujarnya.

Namun tidak menutup kemungkinan juga pihaknya menindaklanjuti meskipun tidak ada laporan, seperti misalnya peristiwa Pungli yang diterbitkan di media massa dan yang berkaitan dengan pelayanan publik lainnya.

Pihaknya langsung turun juga ke lapangan.

"Kami turun ketika misalnya ada informasi dari media masa, dan kami juga juga bersinergi selama ini dengan media massa, "ujar Ahmad Fitri.

Tidak hanya itu lanjut Ahmad Fitri pihaknya juga di Riau menjalin komunikasi dengan membuat group diskusi yang didalamnya ada media, komunitas, mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

" Kami bersyukur juga laporan yang masuk dapat kami Tindaklanjuti dan selesaikan dengan maksimal, "ujarnya. (*)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...