• - +

Kabar Perwakilan

Jadi Daerah Sebaran Virus HIV Tertinggi, Batam Perlu Layanan Khusus
PERWAKILAN: KEPULAUAN RIAU • Kamis, 28/03/2019 •
 
Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijaya. (Boni Bani/JawaPos.com)

SHARE

Batam adalah kota dengan pertumbuhan kasus HIV tertinggi nomor dua setelah Makassar pada 2018 lalu. Kondisi ini, dinilai menjadi ancaman tersendiri untuk masyarakat Batam, khususnya mereka yang memang masuk dalam kategori rawan.

Terkait dengan hal tersebut, Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Dadan S Suharmawijaya mengingatkan, agar pelayanan kesehatan bagi mereka yang dinilai rawan harus benar-benar bisa optimal. Sehingga, upaya pencegahan semakin bertambahnya kasus ini di Batam bisa dilakukan secara tepat.

Meskipun demikian, Dadan mengaku memang upaya memberikan layanan tersebut bukan perkara mudah. Pasalnya, mereka yang berada di kategori rawan ini punya kecenderungan lebih menutup diri, khususnya pada akses layanan untuk umum.

"Memang itu menjadi tantangan tersendiri, sehingga kita tidak tahu apakah mereka terkena virus atau tidak," kata Dadan ketika ditemui di Kantor Wali Kota Batam, Batam Centre, Batam pada Kamis (28/3).

Untuk itu, Dadan menyarankan agar Batam menghadirkan layanan kesehatan khusus untuk menangani persoalan seputar HIV ini. Sehingga, masyarakat yang masuk dalam kategori rawan tidak ragu untuk memeriksakan kondisi mereka.

Di beberapa daerah, lanjut Dadan, memang sudah ada puskesmas khusus yang menangani kasus-kasus tertentu. Hal itu diakuinya, menjadi terobosan yang akan menghadirkan fokus pada masalah kesehatan tertentu.

"Di Madiun itu ada puskesmas khusus. Saya kira di Batam juga bisa hadir pusat kesehatan untuk HIV karena memang sudah membahayakan. Apalagi Batam ini daerah tujuan dari orang-orang," kata Dadan lagi.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...