• - +

Kabar Perwakilan

Kepala SMAN 2 Klarifikasi Soal Pungutan Komite
PERWAKILAN: SULAWESI TENGAH • Jum'at, 06/07/2018 •
 

SHARE

Palu, Metrosulawesi.com - Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tengah, Rabu, 4 Juli 2018 mengundang Kepala SMA Negeri 2 Palu, Eddy Siswanto dalam rangka mengklarifikasi terkait laporan masyarakat tentang pungutan komite.

"Kami kemarin telah mendengarkan penjelasan dari Kepala SMAN 2 Palu, bahwa di SMAN 2 tidak ada lagi pungutan komite, tetapi yang ada adalah pungutan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 tahun 2017," kata Asisten Ombudsman RI perwakilan Sulteng, Faisal kepada Metrosulawesi, Kamis, 5 Juli 2018. 

Kata Faisal, Kepala SMAN 2 telah menjelaskan bahwa semua tindakan sekolah yang berhubungan dengan pembebanan biaya ke siswa merujuk kepada Pergub Nomor 10 tersebut. 

"SMAN 2 Palu merujuk ke Pergub tersebut, mulai dari besaran angkanya, kemudian mekanisme pemungutanya dan rekening penampungannya, semuanya sudah merujuk kepada Pergub Nomor 10 tahun 2017," jelasnya. 

"Intinya sudah bukan komite lagi, karena komite tidak bolehkan lagi menarik pungutan. Penjelasan dari kepsek bukan komite, tetapi pungutan berdasarkan Pergub tersebut," ujarnya.

Kata dia, Ombudsman Sulteng saat ini tinggal menunggu dokumen-dokumen pendukung yang akan dari Kepala SMAN 2 Palu untuk memperkuat pernyataannya.

"Berhubung saat ini masih libur sekolah, maka dokumen-dokumen itu kemarin belum sempat di hadirkan. Jadi kami memberikan kesempatan kepada kepala sekolah untuk menyerahkan dokumen pendukung itu saat sekolah kembali aktif," ungkapnya.

"Orang tua siswa melapor ke Ombudsman pada akhir 2017 kemarin, kami proses agak lama, karena dokumen dari orang tua baru lengkap. Jika dokumennya cepat, maka kami kemarin sudah proses secepatnya. Karena itu, baru saat ini kami proses laporan ini, dengan meminta klarifikasi dari Kepala SMAN 2 Palu," katanya. 

Faisal mengaku, berdasarkan pertemuan dengan kepsek kemarin, Ombudsman Sulteng tidak menemukan adanya maladministrasi. 

"Tetapi belum bisa disimpulkan seperti itu, karena Ombudsman Sulteng mesih membutuhkan dokumen pendukung," jelasnya. 

"Dokumen pendukung itulah yang masih ditunggu, tetapi penjelasan Kepala SMAN 2 Palu sudah sangat lengkap, tinggal dokumennya," tambahnya.

Selain itu, kata Faisal, nanti juga akan dihadirkan Bendahara SMAN 2 Palu untuk bisa menjelaskan permasalahan ini. 


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...