• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Jateng Temukan Kantor Damkar Memprihatinkan di Wonosobo
PERWAKILAN: JAWA TENGAH • Selasa, 11/06/2019 •
 
Dok. Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah

SHARE

detikOne.com - Jawa Tengah - Selama mudik lebaran tahun 2019 ini, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah menerjunkan tim pantau dan sidak pelayanan publik pada sembilan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah ucap Sabarudin Hulu, Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah (05/06).

Tim Ombudsman RI Perwakilan Jateng akan melakukan pemantauan dan sidak di Posko Terpadu, Pelayanan RSUD, Pemadam Kebakaran (Damkar), pelayanan Kepolisian, pelayanan bandara, pelayanan di stasiun, pelayanan di terminal, fasilitas jalan raya, Lembaga Pemasyarakatan/Rutan, Rudenim Keimigrasian, dan puskesmas. Tim Ombudsman yang bertugas ke Kabupaten Wonosobo langsung dipimpin Sabarudin Hulu, Plt. Kepala Perwakilan Jateng, melakukan sidak di Rutan Wonosobo, Pelayanan Damkar Wonosobo dan RSUD Wonosobo.

Temuan Tim Ombudsman RI Perwakilan Jateng saat sidak di kantor Damkar Wonosobo sekira jam 22.00 wib (04/06), Sabarudin Hulu langsung mengecek kesiapan petugas dan sarpras damkar yang ada. Dalam pengecekan malam itu, petugas 1 (satu) regu berjumlah 5 (lima) orang.
"Peralatan petugas pemadam kebakaran tidak memadai, terdapat 8 set baju anti panas tetapi tidak terdapat pelindung kepala (helm anti panas), tidak terdapat sepatu anti panas, tidak terdapat masker, juga mobil damkar yang tersedia 3 (tiga) unit namun 1 (satu) unit rusak sejak tahun 2018 dan tidak ada perbaikan. Setiap tahun terjadi kebakaran 40 (empat puluh) lokasi," ucap Sabarudin Hulu.

Pengambilan air yang jauh dan geografi wilayah Wonosobo juga menjadi tantangan bagi petugas Damkar Wonosobo. Mobil damkar yang tersedia, mobil tahun 2006. Lalu, dengan medan Wonosobo yang banyak tanjakan tentu menghambat petugas Damkar untuk menuju lokasi kebakaran karena kondisi mobil yang kurang mendukung. Petugas Damkar Wonosobo mengalami kejadian ketika memadamkan api, helm yang digunakan meleleh karena bukan pelindung kepala yang anti panas. Serta tidak ada petugas siaga dikantor Damkar untuk antisipasi apabila ada informasi lain terkait kebakaran, sehingga ketika terjadi kebakaran satu regu terdiri dari lima orang, semuanya terjun ke lokasi kebakaran tanpa ada petugas dikantor Damkar.
"Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk membenahi Damkar Wonosobo yang saat ini memprihatinkan. Ditambah, Damkar Wonosobo bagian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo. Kami harap, pembenahan sarana dan prasarana yang memadai, SDM, peningkatan keselamatan bagi petugas Damkar Wonosobo terabaikan," tandasnya. (OMBDS/MUN)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...