• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Minta Pemerintah Aceh dan PLN Bersinergi Bahas Listrik
PERWAKILAN: ACEH • Jum'at, 10/05/2019 •
 
Kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh yang baru. Foto by Dok. Ombudsman

SHARE

KBRN, Banda Aceh : Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin meminta kepada Pemerintah Aceh dan PT. PLN (Persero) untuk bersinergi membahas masalah padamnya listrik selama ini, sehingga menemukan solusi yang tepat untuk Aceh.

"Ombudsman RI Aceh selaku lembaga negara pengawas pelayanan publik merasa kecewa dengan sistem interkoneksi yang tidak segera diselesaiakan," ujar Taqwaddin kepada RRI melalui siaran persnya, Jumat (10/5/2019).

"Inilah saya tidak begitu pas dengan sistem interkoneksi. Aceh selalu jadi korban pemadaman, jika ada masalah di Belawan, Sumut. Sebaiknya, interkoneksi listrik di Aceh hanya untuk Provinsi Aceh saja. Jadi lebih dan kurang kita yang merasakannya," sebut Taqwaddin.

"Percuma saja Otonomi Khusus, jika listrik saja masih berkoneksi pada Sumut. Ini masalah kebijakan, bukan hanya soal teknis sehingga sepatutnya Gubernur Aceh menaruh perhatian terhadap masalah ini. Jangan mentang-mentang pendopo tidak pernah mati listrik, beliau tidak peduli dengan ribuan rumah yang kegelapan akibat pemadaman bergilir," ungkapnya.

Hal ini disampaikan kata Taqwaddin, karena banyaknya keluhan masyarakat selama ini, baik melalui media sosial facebook ataupun yang disampaikan langsung ke pihak Ombudsman Perwakilan Aceh.

Sebagaimana diketahui bersama, beberapa hari ini publik dibuat geram akibat seringnya mati lampu, bahkan dalam satu hari bisa melebihi 3 kali. Curhatan tersebut dapat kita lihat hampir disemua dinding pengguna facebook. Sumpah serapahpun yang digelontarkan masyarakat berbagai macam kata-kata.

Berdasarkan penelusuran dan informasi yg didapat, bahwa terjadi pemadaman karena adanya gangguan di Belawan. Walaupun jauh-jauh hari pihak PLN sudah berupaya agar tidak adanya pemadaman di bulan Ramadhan ini, tapi ini diluar prediksi. Dan saat ini para pekerja sedang memperbaiki jaringan yang rusak tersebut.

"Intinya kita berharap sudah cukup beberapa hari ini saja kejadian mati lampu ini, jangan berulang kembali. Sayang masyatakat yang sedang melaksanakan ibadah di bulan puasa, karena mati lampu kadang saat buka puasa, kadang saat taraweh, bahkan saat sahur. Ini sangat membuat masyarakat kesal akibat pelayanan seperti ini. Pemerintah Aceh harus memikirkan bagaimana supaya kita terlepas dari interkoneksi dengan Sumut, supaya tidak ketergantungan" demikian harap Taqwaddin.

Ia menambahkan, sampai Jumat (10/5/2019) dini hari pukul 01.05 Wib pihaknya masih mendapat info melalui media sosial seperti facebook masih ada kawasan yang masih mati listrik. Ini memprihatinkan dan sangat mengecewakan, sehingga patut dipertanyakan sistem interkoneksi kelistrikan Aceh - Sumut. 


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...