• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Minta Polisi Tindak Pejabat yang Diduga Bermain Judi, Abyadi: Jangan Tumpul ke Atas
PERWAKILAN: SUMATERA UTARA • Jum'at, 13/07/2018 •
 
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut (Abyadi Siregar) dengan Kepala Inspektorat Pematangsiantar (Dontes Simatupang)

SHARE

MEDAN-Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara Abyadi Siregar mengatakan, aparat penegak hukum harus transparan dalam memberikan kejelasan, terkait penangkapan Oknum Aparatur Sipil Negara(ASN) berjudi di dalam kamar hotel.

Sebelumnya, sebuah rekaman video beredar dimedia sosial. Dari rekaman tersebut terlihat adanya penggerebekan yang dilakukan oleh Polisi berpakaian preman disebuah kamar hotel berbintang lima.

Terlihat jelas dari penangkapan tersebut, Penjabat Wali Kota Padangsidempuan tengah duduk dengan mengenakan kemeja hitam. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Abyadi mengatakan, dengan beredarnya video tersebut, dan kepolisian sudah membenarkan bahwa adanya penangkapan terhadap pejabat, namun, mengapa tidak ditahan.

"Publik sekarang sudah tau, polisi dalam hal ini harus transparan dalam memberikan keterangan, kan sudah jelas digerebek tapi kenapa tidak ditahan," ucap Abyadi kepada Tribun-Medan di ruangan, Jalan Majapahit, Kota Medan, Rabu (11/7/2018).

Ia menilai, Aparat Kepolisian dalam hal ini tidak mengedepankan integritasnya sebagai pengayom masyarakat. Di mana nilai sebuah kejujuran dalam tindak kejahatan moralnya menurun.

"Integritasnya juga tidak ada, saatnya sekarang masyarakat harus tau bahwa hukum itu bekerja sekarang melemah, dan tidak memiliki kejujuran,"ucapnya.

Abyadi juga menyampaikan, masyarakat Jangan dibiarkan dan membuat merasa heran, karena dari video tersebut jelas terlihat penangkapan. Sambungnya, masyarakat sangat yakin itu adalah proses penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian.

"Nah itu kan proses penangkapan, tapi kenapa begini jadi, seolah ada upaya tangkap lepas. Bagaimana tidak heran masyarakat kalau begini," ucapnya.

Karena dalam video itu terlihat ada berupa bungkusan plastik kantongan, yang diambil oleh seorang (seperti polisi pakaian preman), dan juga ditemukam kartu joker untuk kemudian dipakai berjudi.

"Nah, kan, sudah jelas, itu dalam plastik apa?, Terus kartu joker itu apa, untuk apa dibawak ke dalam hotel ?," ucapnya.

Kabid Humas Polda Sumut Tatan Dirsan, membenarkan adanya penangkapan, namun, dalam keterangannya tidak ditemukan alat tukar berupa uang yang akan dipakai.

"Kenapa tidak ditemukan uang, tapi apa yang ada di dalam bungkusan yang disita itu apa? Apa ?. Intinya jangan lah, begini, tidak transparan pekerjaannya," ucapnya.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI ini juga berharap, agar pihak Kepolisian jangan menghilangkan rasa percayanya kepada masyarakat. Juga tidak menimbulkan seolah hukum itu tumpul ke atas, namun tajam ke bawah.

"Jujur sudah tidak ada lagi sepertinya, intinya, jangan buat masyarakat kecewalah, mereka tugasnya mengayomi masayarakat, membela masyarakat, mengamankan masyarakat, tapi kenapa bisa begini. Seolah tajam ke bawah saja, tumpulnya ke atas," ucapnya.

Melihat kondisi sekarang ini, masyarakat sangat merindukan, bahwa kepolisian menjadi orang yang melindungi terhadap kejahatan.




Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...