• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Nilai Kemampuan Guru Belum Unggul, Harapkan Ada Pelatihan
PERWAKILAN: BALI • Selasa, 31/07/2018 •
 
Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhattab, saat ditemui di ruangannya

SHARE

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Guru adalah ujung tombak dunia pendidikan.

Salah satu penentu berkualitas atau tidaknya pendidikan di Indonesia adalah bergantung dari cara guru membelajarkan siswanya.

Dan hal itu berlaku di seluruh Indonesia termasuk juga di Denpasar.

Menurut Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhattab, kualitas guru di Denpasar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA masih biasa, walaupun ada yang menonjol namun hanya satu dua orang saja.

"Sejauh pengamatan kami,guru-guru di Denpasar masih pada taraf biasa. Memang ada guru yang unggul, itu cuma satu dua saja, saya kira masih belum merata," kata Umar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/7/2018) sore.

Apalagi dengan diterapkannya zonasi dan tidak adanya sekolah favorit, tentu akan menjadi tantangan bagi guru dalam menghadapi siswa dengan berbagai tingkat kemampuannya.

Sehingga, pelatihan tidak hanya diperuntukkan bagi guru baru saja melainkan juga untuk guru yang lama.

"Guru-guru lama mesti di upgrade juga untuk menghadapi siswa yang baru ini. Sekarang kan menyebar, tidak ada sekolah favorit, itu tantangannya," imbuhnya.

Ia menambahkan, saat masih ada istilah sekolah unggulan,guru yang mengajar di sekolah non unggulan memiliki tantangan yang lebih berat daripada guru-guru di sekolah favorit.

"Di sekolah favorit kan siswanya pintar, kan langsung beri tugas sehingga tidak ada tantangan. Justru tantangan lebih berat bagi guru yang mengajar di sekolah yang tidak favorit," ujarnya.

Selain itu, terkait mentalitas guru d iDenpasar, pihaknya melihat dari hal kecil semisal saat mengawas ujian.

"Kalau saat mengawas ujian guru main HP, ngobrol, berarti kurang (mentalitasnya). Kalau memang disiplin pasti akan mengawasi dengan baik saat siswa mengerjakan soal," imbuhnya.

Sementara untuk laporan langsung dari masyarakat yang masuk ke Ombudsman terkait guru bolos atau malas, pihaknya mengaku belum pernah menerima.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...