• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Papua pertanyakan minimnya distributor gula Bulog
PERWAKILAN: PAPUA • Kamis, 28/06/2018 • nurul_istiamuji
 
Kepala Ombudsman Perwakilan Papua Iwanggin Oliv Sabar

SHARE

Jayapura (Antaranews Papua) - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Papua mempertanyakan minimnya distributor beras dan gula dari bulog ke konsumen di pasar.

"Kami akan tanya Perum Bulog Divisi Regional Papua dan Papua Barat?terkait proses pendistribusian beras dan gula dari bulog ke distributor di pasar karena sangat minim," kata Kepala ORI Perwakilan Papua Iwanggin Oliv Sabar di Jayapura, Senin.

Dia mengatakan dari inpeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di Pasar Hamadi, Kota Jayapura pada Senin (11/6) sore, hanya satu distributor yang menjual beras dan gula dari Bulog.

"Banyak pedagang yang mengeluh karena hanya satu distributor yang bisa ambil gula dan beras dari bulog, sementara yang lainnya tidak bisa," katanya.

Oleh karena itu, keluhan beberapa pedagang terkait gula dan beras Bulog itu cukup beralasan, jika dikaitkan dengan harga gula yang naik drastis karena didatangkan dari Makassar.

Persepsi mereka (pedagang-red), kata dia, bahwa distributor gula dan beras Bulog di pasar Hamadi hanya satu dan harus membagi ke sesama pedagang lainnya.

"Akan tetapi ada penandatanganan kerja sama antara distributor dan bulog yang menyatakan bahwa jika disebar lagi ke pedagang lain maka kerja sama dengan bulog diputus dengan distributor yang bersangkutan," ujarnya.

Padahal, kata dia, Bulog semestinya mendistribusikan beras dan gula ke sejumlah distributor di pasar, bukan sebaliknya distributor yang mencari bulog untuk meminta pasokan beras dan gula untuk dijual.

Febi, salah distributor di Pasar Hamadi, yang mengambil beras dan gula dari Bulog mengatakan orang tuanya selaku pemilik usaha yang pergi ke Bulog untuk mengurus pengambilan beras dan gula dari bulog untuk dijual di pasar.

"Kita yang harus ke Bulog. Sebenarnya agak ribet untuk mengurusnya tapi kami berupaya sampai bisa," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah lama bermitra dengan Bulog untuk mengambil beras dan gula untuk dijual.

"Biasanya beras masuk satu kali masuk sebanyak satu ton. Beras cepat habis terjual, kalau habis kami ajukan permintaan lagi. Beras Bulog yang biasanya dijual itu dari Taiwan," ujarnya.

Ia mengatakan, semenjak pihaknya menjalin kerja sama dengan Bulog, pihak Bulog melarang tidak boleh beras itu dijual lagi ke pedagang lain.

"Bulog bilang berasnya tidak boleh dijual ke konsumen yang lain takutnya mereka mainkan harga," tambah dia. (*)





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...