• - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Temukan 6 Dugaan Maladministrasi
PERWAKILAN: JAWA TENGAH • Selasa, 26/03/2019 •
 
Ombudsman Temukan 6 Dugaan Maladministrasi (foto by Radar Semarang)

SHARE

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng menemukan 6 dugaan maladministrasi. Kebanyakan, berkaitan dengan pengawas.

Ketua Tim Pengawasan Ujian Nasional Tahun 2019 ORI Jateng Achmed Ben Bella merinci keenam dugaan pelanggaran itu, pertama adanya ujian yang dilaksanakan tidak sesuai jadwal. Hal ini karena kendala sistem, sehingga molor 30 menit dari waktu yang ditentukan.

Dugaan pelanggaran kedua, Ombudsman masih menemukan adanya pengawas yang memasuki ruang ujian tidak sesuai waktunya atau telat. Dalam aturan, pengawas harus memasuki ruang ujian 20 menit sebelum ujian dimulai. Selanjutnya, Ombudsman juga menemukan masih ada pengawas yang membawa dan mengoperasikan smartphone di ruang ujian. Padahal, ini dilarang.

Masih berkaitan dengan pengawas, Achmed melanjutkan, Ombudsman menemukan pengawas yang mengawasi peserta ujian lebih dari ketentuan.

"Idealnya satu pengawas mengawasi 20 peserta. Namun temuan kami, masih ada yang mengawasi sampai 30 peserta," jelasnya kepada koran ini.

Terakhir, temuan Ombudsman adalah masih ada siswa terlambat yang langsung masuk ke ruang ujian. Padahal, yang sebenarnya mereka harus izin kepada ketua panitia UNBK. "Dalam pengawasan ini, kami menerjunkan tim di beberapa SMK. Namun kami belum bisa sebutkan, dugaan itu terjadi di sekolah mana," jelasnya.

Hasil temuan ini, akan disampaikan kepada Ombudsman RI sebagai bahan evaluasi pelaksaan UNBK tahun ini di Jateng. "Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang menemukan kecurangan dalam pelaksanaan UNBK ini agar melapor ke kami. Jangan takut," ujarnya. Ombudsman telah membuka posko pengaduan untuk hal ini.

UNBK SMK di Jateng dimulai Senin (25/3) kemarin. Sedikitnya ada 1.538 SMK di Jateng melaksanakan UNBK dan diikuti 247.089 siswa. Untuk SMK, UNBK dilaksanakan pada 25-28 Maret 2019. Sementara untuk SMA/MA akan dilaksanakan pada 1, 2, 4 dan 8 April mendatang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Sulistyo menerangkan, semua proses ujian di SMA/SMK di Jateng tahun ini berbasis komputer. Rata-rata SMK di Jateng melaksanakan UNBK hanya dua sesi. Ada beberapa sekolah yang sudah satu sesi karena jumlah komputer sama dengan jumlah siswanya.

Namun demikian, ia tidak menampik bahwa masih ada beberapa sekolah yang melaksanakan UNBK di sekolah lain. "Istilahnya nunut, namun itu hanya sedikit. Karena semua sekolah sudah kami persiapkan sejak awal," tegasnya.

Gubernur Ganjar Pranowo meninjau pelaksanaan UNBK di SMK Jateng, Jalan Brotojoyo Semarang. Dari hasil pantauannya, pelaksanaan UNBK berjalan baik dengan ketersediaan komputer yang cukup. "Ada juga ahli di bidang IT yang mendampingi sehingga kalau ada masalah langsung bisa ditangani," ujar Gubernur usai mengintip siswa-siswi yang tengah menghadapi komputer. Dari siswanya juga jauh lebih siap.

Persiapan UNBK ini memang sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Semua yang menjadi kekurangan pada pelaksanaan tahun lalu, menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan UNBK tahun ini.

Pemerintah juga mengantisipasi gangguan pelaksanaan UNBK seperti mati listrik. Selain berkoordinasi dengan PLN untuk tidak melakukan pemadaman, pemerintah juga meminta sekolah menyiapkan genset.

"Saya perintahkan hari ini semua dinas, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan pengecekan. Semua harus standby, jangan sampai ada layanan yang kurang sehingga membuat siswa tidak nyaman. Karena ini juga menentukan nasib mereka," tegasnya.

Kepala SMK Jateng Yudi Wibowo mengatakan bahwa pihak sekolah telah melaksanakan perintah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sekolah, ujarnya, telah menyiapkan genset yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.

"Genset terisi bahan bakar yang siap dihidupkan. Bisa memenuhi kebutuhan listrik di sekolah ini. Sudah teruji dan berkali-kali digunakan mencukupi kebutuhan," jelasnya.

Ia menambahkan, UNBK di SMK Jawa Tengah tahun ini diikuti 117 siswa dan semuanya masuk. Di hari pertama pelaksanaan ujian, siswa-siswi mengerjakan ujian mata pelajaran bahasa Indonesia.

Sementara itu, sebanyak 568 siswa SMKN 4 Semarang hadir mengikuti UNBK pada hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kepala SMKN 4 Semarang Felik Yuniarto menyaakan hari pertama UNBK, ada kendala pemadaman dikarenakan perbaikan trafo di dekat Restoran Godong Salam yang dilakukan PLN.

"Aliran listrik SMKN 4 dibagi menjadi dua trafo, untungnya yang padam tidak menggangu ruang ujian hanya yang di bagian ruang guru dan kelas samping. Kami sudah mengantisipasinya dengan menyiapkan genset," paparnya.

UNBK di SMKN 4 ada 7 ruang ujian yang dibagi menjadi tiga sesi, yakni 07.30, 10.30, dan 14.00. Tiap ruang diisi 40 siswa dengan dua pengawas. "Masing-masing sesi ada 200 siswa, dan di sesi terakhir 168 siswa yang ikut," katanya.

Meskipun UNBK tidak menjadi penentu kelulusan siswa, pihak SMKN 4 tetap mengupayakan nilai siswa di atas rata-rata. "Sebab, nilai UNBK menjadi tolak ukur prestasi sekolah," kata Felik Yuniarto.

Penyimpangan Prosedur Pengawasan UNBK

1. Pelaksanaan UN di hari Pertama Tingkat SMK sesi I ada yang tidak sesuai jadwal, karena kendala jaringan/sistem.

2. Terdapat Pengawas memasuki ruangan ujian tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

3. Masih ditemukan pengawas yang membawa dan mengoperasikan handphone ke dalam ruangan ujian.

4. Jumlah pengawas tidak ideal, harusnya 1 pengawas untuk 20 peserta, kenyataannya 1 pengawas dengan 30 peserta.

5. Ditemukan peserta ujian yang membawa handphone, namun sudah disita oleh pihak sekolah setelah diingatkan oleh Tim Ombudsman.

6. Peserta terlambat masuk ruang ujian tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Ketua Panitia UNBK sebelum memasuki ruang ujian.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...