• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Penerapan Sistem Zonasi Penerimaan Siswa SMP 2 Jayapura Terkendala
PERWAKILAN: PAPUA • Selasa, 29/06/2021 •
 
SISTEM ZONASI - Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua, Iwangging Sabar Olif memantau proses penerimaan calon siswa di SMP Negeri 2 Jayapura

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara 


TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada SMP Negeri 2 Jayapura, di Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, tahun ini dilakukan secara online. Namun, mengalami hambatan serius.

Hambatan itu berupa ketidaklulusan beberapa calon siswa saat menjalani test melalui sistem yang disiapkan.

Akibatnya, orang tua siswa melayangkan protes terhadap otoritas sekolah tersebut.

Sekretaris Panitia PPDB SMP Negeri 2 Kota Jayapura, Anna Felle menjelaskan, penerimaan siswa baru di sekolahnya tahun ini berpatokan pada zonasi, atau jarak tinggal calon siswa.

Namun penerapannya pada setiap sekolah, berbeda. 

"Untuk non putra daerah di SMP 2 ini 92 orang. Jarak tinggalnya 1.400 meter dari sekolah. Sedangkan putra daerah 123 orang, berjarak 600 meter dari rumahnya," jelas Anna ditemuiTribun-Papua.com, Selasa (29/6/2021).

Alasan tidak diterimanya beberapa anak yang mendaftar keSMP Negeri 2 Jayapura, kata Ana, lantaran tempat tinggal ke sekolah melebihi jarak yang sudah ditentukan.

"Ini semua tersistem. Pembacaan data siswa lewat sistem zonasi jadi masalahnya, bukan pada kami pihak sekolah," jelasnya.

Adapun daerah yang terbaca dalam sistem pendaftaran PPDB di sekolah ini; Kelurahan Awiyoo, Yobeh, Kota Baru, dan Kelurahan Vim.

Apabila jaraknya lebih, sistem akan mendeteksi sekaligus menyatakan tidak lulus.

Terkait ini, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua, Iwangging Sabar Olif, mengatakan seharusnya ada solusi yang terbaik untuk proses penerimaan calon siswa.

Sebab, setiap warga negara berkedudukan sama untuk mendapatkan pendidikan, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945.

"Kami Ombudsman turun secara langsung menanyakan panitia penerimaan di SMP Negeri 2 agar harus ada solusi yang tepat. Baik dari dari sekolah maupun pihak dinas (terkait)," Kata Iwanggin kepada Tribun-Papua.com, usai memantau penerimaan siswa di SMP Negeri 2 Jayapura.

Ia lalu berkomunikasi dengan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustam Saru, guna mecari solusi terbaik.

Hal itu pun langsung ditanggapi positif Pemerintah Kota Jayapura.

"Ia menyampaikan besok akan ada rapat dengan kepala sekolah SMP N 2 dan Panitia agar mencari solusi yang terbaik untuk para calon siswa," kata Iwanggin, seraya menyampaikan terima kasih kepada Wakil Wali Kota Jayapura. (*)





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...