• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Penyelenggara Pendidikan Keluhkan Dukungan Sarana Prasarana UNBK SMP 2018
PERWAKILAN: JAWA BARAT • Rabu, 25/04/2018 •
 
Asisten Ombudsman Solihulwildan saat memantau UNBK SMP bersama Bupati Kabupaten Bandung H. Dadang Nasser di salah satu SMP Kabupaten Bandung foto by : IDR

OMBUDSMAN RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat melakukan pemantauan penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung pada Selasa (24/4/2018) lalu.

Banyak penyelenggara yang masih mengeluhkan dukungan sarana, prasarana dan anggaran pendidikan yang digunakan dalam penyelenggaraan UNBK tersebut. Dampaknya, peserta UNBK SMP sebagian melaksanakan UNBK di SMK/SMA yang telah melakukan kerjasama dengan SMP untuk menyelenggarakan UNBK tahun ini.

Kepala Ombudsman Jawa Barat Haneda Sri Lastoto mengatakan, berdasakan pada Prosedur Operasional Standar (POS) UNBK masih terdapat beberapa temuan administratif yang dicatat oleh tim Ombudsman. Temuan tersebut diantaranya masih ada pengawas UNBK yang membawa perangkat komunikasi elektronik ke dalam ruangan ujian.

"Padahal berdasarkan POS UNBK Tahun 2017/2018 untuk meningkatkan kredibilitas ujian, pengawas tidak diperkenankan membawa perangkat komunikasi elektronik, kamera, dan sejenisnya ke dalam ruang ujian," katanya dalam rilis yang diterima galamedianews.com, Rabu (25/4/2018).

Temuan lainnya, lanjut Haneda, pada hari kedua UNBK ini tim masih menemukan pengawas yang merupakan guru mata pelajaran yang diujikan. Padahal berdasarkan prosedur telah dipersyaratkan bahwa kriteria dan persyaratan pengawas ujian salah satunya adalah bukan guru mata pelajaran yang sedang diujikan.

Kendati demikian ia tetap mengapresiasi pelaksanaan UNBK SMP tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun tim Ombudsman, telah terjadi peningkatan penyelenggaraan UNBK tahun 2018 di Kabupaten Bandung.

Pada tahun lalu misalnya, penyelenggaraan UNBK SMP masih sebesar 13 %, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 44 %. Diakui oleh penyelenggara pendidikan, sistem UNBK lebih mempersingkat rantai distribusi dan meminimalisir tingkat kecurangan.

Ombudsman juga mengapresiasi aktivitas pengawasan yang dilakukan oleh Bupati Bandung Dadang M. Nasser yang tidak memasuki ruangan ujian saat UNBK berlangsung. Hal tersebut tercantum dalam POS UNBK yang menyebutkan bahwa selain pengawas, proktor dan teknisi tidak ada yang diperkenankan untuk memasuki ruangan ujian, tidak terkecuali bagi pejabat negara. Tujuannya agar tidak mengganggu proses ujian yang sedang berlangsung

"Sebagai pejabat negara langkah yang dilakukan Bupati Bandung sudah tepat dan perlu diapresiasi," katanya.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...