• - +

Kabar Perwakilan

Perlu Layanan Online Terintegrasi
PERWAKILAN: JAWA TIMUR • Senin, 25/02/2019 •
 
Dr. Agus Widiyarta, S.Sos., M.Si. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur (foto doc. Ombudsman Jatim)

SHARE

Pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS di Jatim perlu ditingkatkan. Terutama soal pelayanan antrean dan penanganan pengobatan yang selama ini masih dikeluhkan masyarakat. Misalnya, antrean warga sejak pagi harus berduyun-duyun ke rumah sakit untuk mengambil nomer, setelah mengambil nomer, mereka ternyata  tidak langsung mendapatkan penanganan.

Di poli-poli, warga harus menunggun lagi sebelum dokter benar-benar melakukan pemeriksaan dan penanganan. Antrean semakin lama ketika jumlah dokter di rumah sakit tidak sepadan dengan julah pasien. Pasien membeludak, sementara dokter mungkin hanya satu orang. Pasien akhirnya harus menunggu lagi sebelum mendapat giliran diperiksa. Model layanan-layanan seperti itu jelas tidak efektif. Juga jangan memberatkan pasien. Belum lagi bila jarak rumah pasien dengan rumah sakit cukup jauh. Bahkan untuk rumah sakit tipe A, tidak sedikit pasien yang datang dri luar kota.

Masalah antrean itu harus bisa diatasi. Caranya membuat system online yang terintegrasi dan memuat layanan secara komplet. Mulai nomer antrean, waktu datang hingga penanganan oleh dokter. Lewat system pendaftaran online pasien bisa mendaftar di mana saja. Kalau perlu setiap puskesmas sebagai rujukan pertama menyediakan layanan itu. Tujuannya membantu pasien sepuh yang kurang terbiasa menggunakan teknologi internet. Layanan online juga harus bisa memberikan kepastian. Terutama kapan pasien ditangani oleh dokter di poli-poli. Kepastian itu penting agar pasien tidak menunggu lama. Jadi saat datang pasien bisa langsung ditangani. Penambahan dokter sangat perlu, selama ini minimalnya jumlah dokter membuat pasien menunggu lama.

Didaerah-daerah masalah tersebut juga banyak terjadi. Pemrintahan harus menempatkan dokter dimasing-masing daerah secara proporsional. Tidak menumpuk di kota-kota besar saja.  Kalau sudah terpenuhi dokter harus profesional dalam menjalankan profesinya. Terutama soal ketepatan waktu.

Kemarin Ombudsman RI Perwakilan Jatim melakukan hearing perihal pelayanan kesehatan di kabupaten Sampang. Hasilnya, banyak waarga yang mengeluh soal penanganan dokter. Selain jumlah kurang dokter sering tidak berada di ruangan. Saat ditanya warga, katanya sedang melakukan kunjungan kepada pasien. Dokter harus patuh pada waktu masuk dan penanganan pasien. Selain strategi jangka pendek itu, strategi jangka panjang harus segera dipikirkan Pemprov Jatim.

Salah satunya pembangunan rumah sakit provinsi baru di beberapa daerah. Saat ini jumlah rumah sakit provinsi masih minim. Apalagi yang bertipe A. Strategi  lain yang bisa dilakukan Pemprov jatim adalah mendorong kabupaten/kota meningkatkan layanan ksehatan. Terutama penambahan alat dan kelengkapan fasilitas di masing-masing RSUD. Rumah sakit yang sebelumnya bertipe B juga bisa ditingkatkan menjadi A.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...