• - +

Kabar Perwakilan

PLN Di-deadline Berikan Solusi Konkret
PERWAKILAN: KALIMANTAN UTARA • Rabu, 27/03/2019 •
 
Kepala ORI Perwakilan Kaltara, Ibramsyah Amirudin (tengah) saat meminta keterangan mengenai persoalan listrik kepada Manajer ULP PLN Rayon Tanjung Selor, Adiyoso (paling kiri). (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

SHARE

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara - Pemadaman secara bergilir yang dilakukan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Rayon Tanjung Selor di wilayah Kabupaten Bulungan seperti tak memiliki solusi konkret. Pasalnya, pemadaman bergilir yang akan berakhir pada Kamis (28/3/2019) hari ini, diprediksi akan berlanjut lagi. Persoalannya masih sama karena suplai daya dari PLTU Sekayan yang terhenti.

Dikonfirmasi hal itu, Manajer ULP PLN Rayon Tanjung Selor, Adiyoso memberikan penjelasan. Pemadaman bergilir masih akan terus berlanjut ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak pengelola PLTU Sekayan PT SAS mengenai kondisi mesin yang menyuplai daya listrik 4 megawatt (MW). "Kemungkinan, ada pemadaman lagi. Tapi kita menunggu informasi dari PT SAS dulu. Karena itu juga kan tergantung suplainya nanti. Persoalan durasinya dan sampai kapannya, kita belum tahu juga. Kita tunggu keterangan resmi dari PT SAS dulu," ungkapnya, Rabu (27/3/2019).

Pemadaman bergilir yang dimulai sejak Februari lalu membuat masyarakat Bulungan merasa dirugikan. Itu dikarenakan, tidak sedikit peralatan masyarakat yang membutuhkan daya listrik mengalami kerusakan. Ditambah lagi, pemadaman bergilir yang dilakukan oleh pihak ULP Rayon Tanjung Selor terkadang tak sesuai dengan jadwal. Hal itu sangat memancing amarah masyarakat. Kondisi itu membuat banyak aduan dan keluhan yang disampaikan kepada pihak Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kaltara.

Karena banyaknya aduan masyarakat, ORI Perwakilan Kaltara melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor ULP PLN Rayon Tanjung Selor yang berada di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor. Sidak yang dipimpin langsung oleh Kepala ORI Kaltara, Ibramsyah Amirudin itu dengan maksud ingin mencari tahu apa yang menyebabkan adanya pemadaman bergilir yang seolah tak ada habisnya ini.

"Kita minta informasi yang jelas, apa sih penyebab ini semua. Rusaknya di mana, dan alat yang dibutuhkan itu di mana. Karena keluhan listrik ini banyak sekali disampaikan kepada kami. Makanya kami datangi kantor PLN untuk mengkalrifikasi semua," ujar Ibramsyah saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan Manajer PLN Tanjung Selor, Rabu (27/3/2019).

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mendatangi PT SAS untuk meminta keterangan. Berdasarkan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, pelaksana atau penyelenggara wajib memberikan informasi ke masyarakat. Pihaknya juga memberikan deadline selama tiga hari kepada PLN Tanjung Selor, agar permasalahan listrik harus tuntas. Dalam hal ini, lanjut Ibramsyah, apa-apa yang menjadi catatan saat sidak, harus direspon oleh pihak PLN.

"Kita minta dia menjawab apa yang menjadi catatan kita saat sidak tadi. Pihak ULP ini harus menyampaikan secara resmi, mengenai apa yang menjadi kendala selama ini," pungkasnya. (*)

Reporter : Ramlan


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...