• - +

Kabar Perwakilan

Sahabat Ombudsman Siap Bantu Masyarakat Berani Lapor Soal Pelayanan Publik
PERWAKILAN: NUSA TENGGARA TIMUR • Senin, 29/04/2019 •
 
Sahabat Ombudsman dan fasilitator berswafoto diakhir sesi pelatihan, bertempat di Hotel Aston, Senin (29/4). (Foto: Victor/ Keasistenan Pencegahan)

SHARE

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Training of Trainer (TOT) untuk sahabat Ombudsman dari kalangan mahasiwa NTT yang tergabung dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Hotel Aston Kota Kupang, Senin (29/4/2019).

Mahasiwa yang hadir mengikuti TOT tersebut berasal dari sejumlah Kabupaten/Kota di NTT. TOT kali ini merupakan yang ke tiga diadakan. Sahabat Ombudsman diberi pengetahuan dasar kepada sahabat Ombudsman tentang sejarah, peran dan cara kerja Ombudsman dalam mengurusi berbagai soal pelayanan publik.

Tujuannya, para mahasiwa bisa menjadi penggerak di masyarakat untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara melaporkan persoalan pelayanan publik kepada Ombudsman sekaligus memotivasi masyarakat agar berani melaporkan persoalan-persoalan yang masyarakat temukan.

Pelatihan berjalan lancar. Metode pelatihan tidak hanya pemaparan menteri tetapi juga dengan aneka permainan yang membuat suasana pelatihan terasa lebih santai dan menyenangkan. "Memang kami konsep demikian, ada permainan tapi permainan sifatnya edukatif, muaranya pada materi yang kita sampaikan," ungkap Alberth Roy Kota, Asisten Ombudsman RI Perwakilan NTT.

Alberth mengatakan, TOT ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama fokus pada pemberian materi tentang sejarah, peran dan kerja Ombudsman mengawasi pelayanan publik. Sedangkan tahap ke dua, fokus pada bagaimana cara membuat laporan kepada Ombudsman sekaligus membina kepekaan sahabat Ombudsman untuk peduli pada kepentingan publik atau pelayanan publik.

Para mahasiwa yang mengikuti pelatihan tersebut, kata dia, diharapkan mampu mensosialisasi atau menginformasikan kepada masyarakat bahwa ada Ombudsman yang siap menyalurkan harapan, saran, kritik dari masyarakat terkait dengan pelayanan publik. Selain itu para mahasiswa juga bisa memberi motivasi kepada masyarakat agar tidk takut ketika berhadapan dengan persoalan publik yang mau dilaporkan.

Lanjutnya, pihaknya menghadirkan mahasiwa dari semua kabupaten/kota agar sebaran sahabat Ombudsman di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur lebih merata. "Beberapa daerah tidak sempat datang, tapi di TOT selanjutnya mudah-mudahan bisa terlibat," ungkapnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah sahabat Ombudsman dari kalangan mahasiwa mencapai 50 orang. "Kita akan gencar melibatkan mereka. Alasannya mereka ini merupakan generasi penerus dan kalau dari organisasi, kami yakin mereka punya semangat, niat untuk peduli dengan pelayanan publik," ungkapnya.

Terkait jumlah laporan yang masuk ke Ombudsman, kata Alberth masih sangat sedikit. "Masyarakat belum berani atau mungkin ada kendala-kendala lain. Nah dengan adanya sahabat Ombudsman ini, kita harap masyarakat semakin aktif," ungkapnya.

Adrianus Lalu, mahasiwa asal Kabupaten Ngada mengatakan, kegiatan TOT ini memberi banyak pengetahuan baru kepada dirinya, terutama soal peran Ombudsman dalam mengawasi pelayanan publik.

"Selama ini mungkin masyarakat belum tau bahwa ada wadah bagi mereka untuk bersuara. Nah saya secara pribadi menyambut antuasias bahwa Ombudsman menghadirkan kami yang kemudian bisa memberikan sosialisasi atau informasi kepada masyarakat," ungkap mantan ketua Persatuan Mahasiswa Ngada (Permada) ini.

Sementara itu, Armanto Sukro dari HMI Kupang, mengungkapkan hal yang sama. "Saya kira ada banyak persoalan terkait pelayanan publik. Kita lihat ada orang yang giat menyuarakan lewat media sosial, namun kadang malah menimbulkan keributan di dunia maya. Padahal kalau tau ada Ombudsman persoalan bisa disimpaikan. Tentunya akan lebih terarah penyelesaiannya," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...